5G Daftar Istilah: Difference between revisions
From OnnoCenterWiki
Jump to navigationJump to search
No edit summary |
|||
| (7 intermediate revisions by the same user not shown) | |||
| Line 1: | Line 1: | ||
Daftar dari berbagai istilah yang digunakan dalam 5G dengan keterangan berbahasa Indonesia dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Bagi anda yang mencari pengertian berbagai istilah yang mungkin belum ada dalam daftar ini, dapat mencarinya di situs, | |||
https://www.mpirical.com/glossary/ | https://www.mpirical.com/glossary/ | ||
Berikut adalah beberapa yang digunakan disini | Berikut adalah beberapa istilah yang digunakan disini dengan keterangan dalam bahasa Indonesia. | ||
| Line 10: | Line 10: | ||
|+ Daftar Istilah | |+ Daftar Istilah | ||
|- | |- | ||
! Istilah !! Istilah | ! Istilah !! Kepanjangan Istilah !! Penjelasan | ||
! Penjelasan | |||
|- | |- | ||
| 3GPP | | 3GPP | ||
| Line 99: | Line 98: | ||
| MCC | | MCC | ||
| Mobile Country Code | | Mobile Country Code | ||
| | | Mobile Country Code digunakan dalam jaringan telepon nirkabel seperti GSM, CDMA, WCDMA atau LTE untuk mengidentifikasi pengguna seluler milik negara mana. Mobile Country Code adalah angka tiga digit yang secara unik mengidentifikasi negara tertentu. Ini digunakan dalam banyak identitas di seluruh jaringan seluler 3GPP, termasuk IMSI (International Mobile Subscriber Identity), LAI (Location Area Identity) dan GUTI (Globally Unique Temporary ID). | ||
|- | |- | ||
| MIMO | | MIMO | ||
| Multiple Input Multiple Output | | Multiple Input Multiple Output | ||
| | | Persyaratan yang semakin meningkat untuk kecepatan data yang lebih tinggi dan peningkatan QoS di seluruh tautan nirkabel telah menimbulkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi spektral dan keandalan komunikasi radio. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui penggunaan beberapa antena di setiap ujung jalur transmisi. MIMO (multiple input, multiple output) adalah teknologi antena untuk komunikasi nirkabel di mana beberapa antena digunakan pada sumber (pemancar) dan tujuan (penerima). | ||
Persyaratan yang semakin meningkat untuk kecepatan data yang lebih tinggi dan peningkatan QoS di seluruh tautan nirkabel telah menimbulkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi spektral dan keandalan komunikasi radio. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui penggunaan beberapa antena di setiap ujung jalur transmisi. | |||
|- | |- | ||
| MME | | MME | ||
| Mobility Management Entity | | Mobility Management Entity | ||
| | | MME bertanggung jawab atas mobilitas dan prosedur manajemen sesi di EPC. Dengan demikian, MME berkomunikasi dengan ponsel melalui pensinyalan NAS (Non Access Stratum) dan berkomunikasi dengan HSS melalui Diameter. Tanggung jawab utama meliputi ECM (EPS Connection Management), EMM (EPS Mobility Management), pemilihan gateway, keamanan NAS, dan handover assistance. | ||
MME bertanggung jawab atas mobilitas dan prosedur manajemen sesi di EPC. Dengan demikian, MME berkomunikasi dengan ponsel melalui pensinyalan NAS (Non Access Stratum) dan berkomunikasi dengan HSS melalui Diameter. Tanggung jawab utama meliputi ECM (EPS Connection Management), EMM (EPS Mobility Management), pemilihan gateway, keamanan NAS, dan | |||
|- | |- | ||
| MNC | | MNC | ||
| Mobile Network Code | | Mobile Network Code | ||
| | | Mobile Network Coder adalah nomor dua atau tiga digit yang digunakan untuk secara unik mengidentifikasi jaringan tertentu dari dalam negara tertentu (MCC (Mobile Country Code)). MNC digunakan sebagai bagian dari IMSI (International Mobile Subscriber Identity) dan LAI (Location Area Identity) dll. | ||
|- | |- | ||
| NAS | | NAS | ||
| Non Access Stratum | | Non Access Stratum | ||
| | | Non Access Stratum adalah lapisan fungsional yang berjalan antara UE (User Equipment) dan CN (Core Network). Lapisan ini mendukung lalu lintas dan pesan pensinyalan antara CN dan UE (User Equipment). | ||
|- | |- | ||
| NB-IoT | | NB-IoT | ||
| Narrow Band – Internet of Things | | Narrow Band – Internet of Things | ||
| | | Ini adalah teknologi LPWA (Low Power Wide Area) berbasis standar yang dikembangkan untuk memungkinkan berbagai perangkat terhubung dalam Internet of Things. Teknologi ini mendukung sejumlah fitur utama termasuk konsumsi daya rendah, efisiensi spektrum radio, dan biaya rendah. Teknologi ini dapat berdampingan dengan teknologi 2G, 3G dan 4G berbasis 3GPP yang ada dan juga mendapat manfaat dari fitur keamanan yang ditemukan dalam jaringan ini | ||
Ini adalah teknologi LPWA (Low Power Wide Area) berbasis standar yang dikembangkan untuk memungkinkan berbagai perangkat terhubung dalam Internet of Things. Teknologi ini mendukung sejumlah fitur utama termasuk konsumsi daya rendah, efisiensi spektrum radio, dan biaya rendah. Teknologi ini dapat berdampingan dengan teknologi 2G, 3G dan 4G berbasis 3GPP yang ada dan juga mendapat manfaat dari fitur keamanan yang ditemukan dalam jaringan ini | |||
|- | |- | ||
| NGAP | | NGAP | ||
| NG Application Protocol | | NG Application Protocol | ||
| | | NGAP ditemukan pada titik referensi N2 antara gNB dan AMF (Core Access and Mobility and Management Function) untuk mendukung layanan terkait UE dan non UE. Ini termasuk operasi seperti pembaruan konfigurasi, transfer konteks UE, PDU Session resource management dan juga dukungan untuk prosedur mobilitas. NGAP juga digunakan untuk menyampaikan pesan downlink dan uplink NAS (Non Access Stratum) sebagai payload, serta mendukung operasi CM Idle dan CM Connected seperti Paging dan UE Context. | ||
NGAP ditemukan pada titik referensi N2 antara gNB dan AMF (Core Access and Mobility and Management Function) untuk mendukung layanan terkait UE dan non UE. Ini termasuk operasi seperti pembaruan konfigurasi, transfer konteks UE, | |||
|- | |- | ||
| PFCP | | PFCP | ||
| Packet Forwarding Control Protocol (PFCP) | | Packet Forwarding Control Protocol (PFCP) | ||
| | | Packet Forwarding Control Protocol (PFCP) adalah protokol 3GPP yang digunakan pada antarmuka Sx/N4 antara fungsi control plane dan user plane, ditentukan dalam TS 29.244. Ini adalah salah satu protokol utama yang diperkenalkan di 5G Next Generation Mobile Core Network (alias 5GC), tetapi juga digunakan di EPC 4G/LTE untuk mengimplementasikan Control and User Plane Separation (CUPS). PFCP dan interface terkait berusaha memformalkan interaksi antara berbagai jenis elemen fungsional yang digunakan dalam Mobile Core Network sebagaimana digunakan oleh sebagian besar operator yang menyediakan layanan 4G, serta 5G, untuk pelanggan seluler | ||
Packet Forwarding Control Protocol (PFCP) adalah protokol 3GPP yang digunakan pada antarmuka Sx/N4 antara | |||
|- | |- | ||
| PHY | | PHY | ||
| Physical Link | | Physical Link | ||
| | | Sambungan Fisik adalah koneksi antar perangkat. | ||
|- | |- | ||
| PLMN | | PLMN | ||
| Public Land Mobile Network | | Public Land Mobile Network | ||
| [[File:PLMN.png|center|300px|thumb]] | | [[File:PLMN.png|center|300px|thumb]] | ||
Public Land Mobile Network adalah nama generik untuk semua jaringan nirkabel seluler yang menggunakan pemancar radio atau base station di darat. Public Land Mobile Network Identifier atau disingkat PLMN merupakan gabungan dari MCC dan MNC. Ini adalah nilai unik dan digunakan secara global untuk mengidentifikasi jaringan seluler tempat pengguna berlangganan. | |||
Public Land Mobile Network adalah nama generik untuk semua jaringan nirkabel seluler yang menggunakan pemancar radio atau | |||
|- | |- | ||
| PRACH | | PRACH | ||
| Physical Random Access Channel | | Physical Random Access Channel | ||
| | | Prosedur Random Access digunakan dalam berbagai skenario, termasuk akses awal, hand over, atau re-establishment. Seperti sistem 3GPP lainnya, prosedur andom access menyediakan metode untuk akses berbasis contention dan non-contention. PRACH (Physical Random Access Channel) mencakup pembukaan RA (Random Access) yang dihasilkan dari Zadoff-Chu sequence. | ||
Prosedur Random Access digunakan dalam berbagai skenario | |||
|- | |- | ||
| S1AP | | S1AP | ||
| S1 Application Protocol | | S1 Application Protocol | ||
| | | S1AP digunakan antara eNB dan MME untuk mendukung operasi seperti E-RAB (E-UTRAN Radio Access Bearer) Management, transfer UE Context information, NAS Signaling transport, Paging dan EPC based mobility | ||
S1AP digunakan antara eNB dan MME untuk mendukung operasi seperti E-RAB (E-UTRAN Radio Access Bearer) Management, transfer UE Context information, NAS Signaling transport, Paging dan EPC based mobility | |||
|- | |- | ||
| SBI | | SBI | ||
| Service Based Interface | | Service Based Interface | ||
| | | SBI adalah istilah yang diberikan untuk komunikasi berbasis API yang dapat terjadi antara dua VNF (Virtualized Network Function) dalam SBA 5G (Service Based Architecture). VNF yang diberikan dapat memanfaatkan panggilan API melalui SBI untuk meminta layanan atau operasi layanan tertentu. | ||
SBI adalah istilah yang diberikan untuk komunikasi berbasis API yang dapat terjadi antara dua VNF ( | |||
|- | |- | ||
| SCTP | | SCTP | ||
| Stream Control Transmission Protocol | | Stream Control Transmission Protocol | ||
| | | SCTP menyediakan pengiriman data lapisan yang lebih tinggi secara berurutan dan andal, menggunakan aliran logical untuk memisahkan fungsi ini dan karenanya menghindari pemblokiran head of line. Koneksi SCTP antara dua node jaringan mis. eNB (Evolved Node B) ke MME (Mobility Management Entity) disebut Asosiasi SCTP, yang dapat menampilkan kontrol aliran dan multihoming sebagai kemampuan standar. SCTP menyediakan banyak fungsi yang sama dengan TCP (Transmission Control Protocol), tanpa kekurangan bawaan yang dapat dialami TCP. | ||
SCTP menyediakan pengiriman data lapisan yang lebih tinggi secara berurutan dan andal, menggunakan aliran | |||
|- | |- | ||
| SGW-U | | SGW-U | ||
| Serving Gateway User plane function | | Serving Gateway User plane function | ||
| | | SGW-U adalah titik masuk dan keluar user data plane dari sisi E-UTRAN EPC saat pemisahan kontrol plane dan user plane diterapkan. Dengan demikian, saat pelanggan bergerak di sekitar E-UTRAN, titik keterikatannya ke EPC tetap di SGW-U (kecuali jika jaringan memutuskan bahwa relokasi SGW-U diperlukan). Satu pelanggan dapat didukung oleh beberapa SGW-U jika ada konektivitas ke beberapa PDN. Tanggung jawab tambahan mencakup intersepsi yang sah atas lalu lintas pelanggan, akuntansi antar-operator, serta buffering data downlink saat pelanggan melakukan page. | ||
SGW-U adalah titik masuk dan keluar | |||
|- | |- | ||
| TAC | | TAC | ||
| Tracking Area Code | | Tracking Area Code | ||
| | | Elemen TAI yang berfungsi untuk mengidentifikasi Tracking Area secara unik. Tracking Area adalah konsep logis dari area di mana pengguna dapat bergerak tanpa memperbarui MME. Jaringan mengalokasikan daftar dengan satu atau lebih TA kepada pengguna. Dalam mode operasi tertentu, UE dapat bergerak bebas di semua TA daftar tanpa memperbarui MME. Anda dapat menganggap 'Tracking Area' sebagai 'Routing Area' di UMTS. | ||
Elemen TAI yang berfungsi untuk mengidentifikasi Area | |||
|- | |- | ||
| TAI | | TAI | ||
| Timing Advance Index | | Timing Advance Index | ||
| | | MS (Mobile Station) yang melakukan transfer paket uplink atau downlink, akan menerima pesan packet uplink atau downlink assignment. Pesan ini akan berisi TAI yang ditetapkan MS dan PTCCH (Packet Timing Control Channel). TAI menentukan subchannel PTCCH mana yang akan digunakan oleh MS. | ||
MS (Mobile Station) yang melakukan transfer paket uplink atau downlink, akan menerima pesan packet uplink atau downlink assignment. Pesan ini akan berisi TAI yang ditetapkan MS dan PTCCH ( | |||
|- | |- | ||
| TDD | | TDD | ||
| Time Division Duplex | | Time Division Duplex | ||
| | | Dalam Time Division Duplex system, sebuah common carrier dibagi antara uplink dan downlink, sumber daya di switch dalam waktu. Pengguna dialokasikan satu atau lebih slot waktu untuk transmisi uplink dan downlink. Keuntungan utama dari operasi TDD adalah memungkinkan aliran asimetris yang lebih cocok untuk transmisi data. | ||
|- | |- | ||
| TMSI | | TMSI | ||
| Temporary Mobile Subscriber Identity | | Temporary Mobile Subscriber Identity | ||
| | | Untuk memastikan kerahasiaan identitas pelanggan, VLR (Visitor Location Register) dan SGSN (Serving GPRS Support Node) dapat mengalokasikan TMSI (Temporary Mobile Subscriber Identities) untuk mengunjungi pelanggan seluler. VLR dan SGSN harus mampu menghubungkan TMSI yang dialokasikan dengan IMSI (International Mobile Subscriber Identity) dari MS (Mobile Station) yang dialokasikan. MS dapat dialokasikan dua TMSI, satu untuk layanan yang disediakan melalui VLR, dan yang lainnya dikenal sebagai P-TMSI (Paket TMSI) untuk layanan yang disediakan melalui SGSN. | ||
|- | |- | ||
| UE | | UE | ||
| User Equipment | | User Equipment | ||
| | | UMTS Subscriber atau UE (User Equipment) merupakan gabungan dari ME (Mobile Equipment) dan SIM/USIM (Subscriber Identity Module/ UMTS Subscriber Identity Module). | ||
UMTS Subscriber atau UE (User Equipment) merupakan gabungan dari ME (Mobile Equipment) dan SIM/USIM (Subscriber Identity Module/ UMTS Subscriber Identity Module). | |||
|- | |- | ||
| UMTS | | UMTS | ||
| Universal Mobile Telecommunications System | | Universal Mobile Telecommunications System | ||
| | | Sistem komunikasi seluler 3G yang mendukung kecepatan data yang lebih baik melalui GSM dan selanjutnya menyediakan berbagai layanan multimedia yang disempurnakan. UMTS telah meningkatkan konvergensi antara industri telekomunikasi, TI (teknologi informasi), media dan konten untuk memberikan layanan baru dan menciptakan peluang baru untuk menghasilkan pendapatan. UMTS memberikan biaya rendah, komunikasi mobile berkapasitas tinggi, menawarkan kecepatan data setinggi 2Mbps (dalam kondisi ideal) dengan roaming global dan kemampuan canggih lainnya. Spesifikasi mendefinisikan UMTS dirumuskan oleh 3GPP. | ||
Sistem komunikasi seluler 3G yang mendukung kecepatan data yang lebih baik melalui GSM dan selanjutnya menyediakan berbagai layanan multimedia yang disempurnakan. UMTS telah meningkatkan konvergensi antara industri telekomunikasi, TI (teknologi informasi), media dan konten untuk memberikan layanan baru dan menciptakan peluang baru untuk menghasilkan pendapatan. UMTS memberikan biaya rendah, komunikasi mobile berkapasitas tinggi, menawarkan kecepatan data setinggi 2Mbps (dalam kondisi ideal) dengan roaming global dan kemampuan canggih lainnya. Spesifikasi mendefinisikan UMTS dirumuskan oleh 3GPP. | |||
|- | |- | ||
| RRC | | RRC | ||
| Radio Recource Control | | Radio Recource Control | ||
| | | RRC adalah sublapisan dari Lapisan 3 pada interface radio UMTS; di dalamnya ada control plane dan menyediakan layanan transfer informasi ke signalling NAS (Non Access Stratum). RRC juga bertanggung jawab untuk mengontrol konfigurasi interface radio UMTS, memfasilitasi pembentukan dan manajemen radio bearer, manajemen mobilitas, dan keamanan. RRC bertanggung jawab untuk mengontrol konfigurasi interface radio UMTS Lapisan 1 dan 2. | ||
RRC adalah sublapisan dari Lapisan 3 pada | |||
|- | |- | ||
| WiFi | | WiFi | ||
| Wireless Fidelity | | Wireless Fidelity | ||
| | | WiFi adalah standar interoperabilitas yang dikembangkan oleh WiFi Alliance dan dikeluarkan untuk pabrikan yang peralatan IEEE 802.11-nya telah lulus uji interoperabilitas dasar. Peralatan yang lulus tes ini membawa logo WiFi. | ||
WiFi adalah standar interoperabilitas yang dikembangkan oleh WiFi Alliance dan dikeluarkan untuk pabrikan yang peralatan IEEE 802.11-nya telah lulus uji interoperabilitas dasar. Peralatan yang lulus tes ini membawa logo WiFi. | |||
|- | |- | ||
| WiMAX | | WiMAX | ||
| World wide Interoperability for Microwave Access | | World wide Interoperability for Microwave Access | ||
| | | WiMAX adalah teknologi broadband seluler yang distandarisasi oleh kelompok kerja IEEE 802.16m. Meskipun WiMAX adalah opsi potensial untuk mendukung 4G, keberhasilannya beragam di seluruh dunia, dengan banyak penyedia layanan mengadopsi LTE sebagai alternatif. | ||
WiMAX adalah teknologi broadband seluler yang distandarisasi oleh kelompok kerja IEEE 802.16m. Meskipun WiMAX adalah opsi potensial untuk mendukung 4G, keberhasilannya beragam di seluruh dunia, dengan banyak penyedia layanan mengadopsi LTE sebagai alternatif. | |||
|- | |- | ||
| X2AP | | X2AP | ||
| X2 Application Protocol | | X2 Application Protocol | ||
| X2AP | | X2AP adalah protokol kontrol yang ditemukan di antara eNB pada control plane X2. Fungsi utama X2AP meliputi mobilitas berbasis X2, serta X2 “Global Procedures”. Yang pertama sebagian besar terkait dengan prosedur hand shake yang dikontrol eNB (Evolved Node B), sedangkan yang terakhir berkaitan dengan pembentukan dan pengelolaan koneksi X2. | ||
|} | |} | ||
| Line 315: | Line 203: | ||
* https://www.mpirical.com/ | * https://www.mpirical.com/ | ||
* https://www.mpirical.com/glossary/ | * https://www.mpirical.com/glossary/ | ||
==Pranala Menarik== | |||
* [[5G]] | |||
Latest revision as of 01:01, 30 December 2022
Daftar dari berbagai istilah yang digunakan dalam 5G dengan keterangan berbahasa Indonesia dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Bagi anda yang mencari pengertian berbagai istilah yang mungkin belum ada dalam daftar ini, dapat mencarinya di situs,
https://www.mpirical.com/glossary/
Berikut adalah beberapa istilah yang digunakan disini dengan keterangan dalam bahasa Indonesia.
Referensi
